Skip to search Skip to main content
Aerial view of algae

Novel ingredients

Mewujudkan tujuan kami, Feeding the Future, berarti kami perlu berinovasi di banyak bidang. Salah satunya adalah bahan baku. Kami berupaya memperluas pengetahuan kami tentang komposisi nutrisi bahan pakan akuakultur serta dampak rantai pasok yang menghasilkan bahan-bahan tersebut, untuk menghadirkan produk yang memungkinkan petani menghasilkan lebih banyak dengan sumber daya yang lebih sedikit.

Seafood on table

Permintaan akan makanan terus meningkat, tapi darimana pasokannya akan datang?

Pada tahun 2050, populasi dunia diproyeksikan akan meningkat dari 7,5 miliar saat ini menjadi 9,5 miliar. Artinya, ada tambahan dua miliar mulut yang harus diberi makan. Pada saat yang sama, sumber daya pangan yang ada saat ini sedang ditekan hingga batasnya, sementara pola makan manusia berubah seiring dengan meningkatnya kesejahteraan.

Akibatnya, produksi pertanian global harus hampir menggandakan diri pada tahun 2050—dan harus dilakukan secara berkelanjutan. Pendekatan kita terhadap produksi pangan harus berubah, untuk menjaga sumber daya alam yang kita miliki, dan jika memungkinkan, mengurangi tekanan yang sudah ada pada sumber daya tersebut.

Makanan laut adalah salah satu sumber protein yang paling efisien untuk diproduksi dan memiliki potensi untuk menjembatani kesenjangan antara pasokan dan meningkatnya permintaan akan produk laut. Faktanya, konsumsi spesies budidaya telah melampaui produk perikanan tangkap pada tahun 2014, dan tren pertumbuhan ini terus berlanjut.

Menurut The State of World Fisheries and Aquaculture, FAO 2022, produksi akuakultur diperkirakan akan meningkat menjadi 106 juta ton pada tahun 2030—atau naik 22% dari 2020—dan akan menyediakan 90% ikan yang tersedia untuk konsumsi manusia.

Namun, hal ini tidak lepas dari tantangan. Pembuatan pakan ikan dan udang masih bergantung pada sumber daya terbatas seperti tepung ikan dan minyak ikan dari perikanan tangkap. Selain itu, terdapat persaingan yang meningkat untuk bahan-bahan ini dari industri lain.

Untuk memenuhi komitmen terhadap ketahanan pangan dan lingkungan, sekaligus memastikan kemajuan dan profitabilitas rantai nilai tetap berlanjut, industri akuakultur harus memprioritaskan pengurangan ketergantungan pada bahan-bahan tersebut.

Untungnya, ada cara untuk melakukannya. Solusi terobosan sudah tersedia. Pemikiran baru, inovasi baru, teknologi baru, dan bahan baru mulai muncul yang akan memungkinkan kita secara kolektif memberi makan masa depan secara berkelanjutan.